Paska Kunjungan Miss Pure International United Kingdom, Desa Jagaraga Harus Berbenah.

KETUT JOHANIAWAN, ST 26 Februari 2019 09:03:08 WITA

Desa Jagaraga beberapa hari yang lalu tepatnya pada hari minggu, 17 Februari 2019 telah dikunjungi oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng Ir. Nyoman Sutrisna, MM bersama Miss Pure International United Kingdom, Haeter Rosemary Lloyd dengan tujuan tentunya untuk mengembang pariwisata Indonesia khususnya buleleng di kancah internasional salah satunya inggris Negara asal Rosemary.

Rombongan yang tiba pukul 10.00 wita disambut oleh anak-anak SD dan masyarakat yang sudah antusias menunggu dari jam 08.00 waita pagi. Tempat penyambutan difokuskan di Monumen Perang Jagaraga. Monumen yang yang dibangun tahun 2016 dan diresmikan oleh Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, ST pada tahun 2017 itu bertujuan untuk mengingatkan kepada masyarakat Buleleng tentang nilai-nilai sejarah. Di Monumen dibuat patung dua tokoh pejuang perang Jagaraga, yakni Gusti Ketut Jelantik (Mahapatih Kerajaan Buleleng) dan Jro Jempiring. Kedua tokoh dari trah Semeton Arya Pangalasan ini memegang peran penting dalam Perang Puputan Jagaraga melawan Belanda tahun 1849. pada 9 Juni 1848 terjadi peperangan heroik yang dilakukan rakyat Jagaraga dalam mengusir penjajah Belanda. Pada saat itu, masyarakat Jagaraga yang berjumlah 2000 orang, 35 brahmana, 3 orang pedanda dan 165 bangsawan berhasil memukul mundur 3000 pasukan penjajah Belanda, dengan menewaskan 200 tentara Belanda dan 12 perwira Belanda.

Rakyat Buleleng dibawah kepemimpinan I Gusti Jelantik akhirnya berhasil memenangkan peperangan. Selanjutnya pada 1849, dengan melibatkan sekitar 9000 tentara, 89 kapal perang dan persenjataan modern, pemerintah Belanda kembali melakukan penyerangan balasan ke Buleleng, dan akhirnya berhasil membumihanguskan Buleleng. Berdasarkan latar belakang sejarah tersebut, perjuangan heroik dalam perang di Buleleng merupakan sejarah pertama masuknya penjajah Belanda ke Bali.

 Setelah berkeliling di kawasan penyambutan, Rosemary dihidangkan kelapa muda dan buah-buahan local desa. Ada yang unik, guna mendukung program Gubernur Bali Wayan Koster yang mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) No. 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Plastik Sekali Pakai. Sedotan yang dipakai untuk menyedot air kelapa tidak menggunakan sedotan pelastik pada umumnya, melainkan menggunakan bambu (Buluh) ini yang mendapat perhatian dari Rosemary.

Kemudian rombongan di suguhkan tari Teruna Jaya, yang merupakan tari kebanggaan masyarakat desa jagaraga karena tarian tersebut diciptakan oleh orang jagaraga. Rosemary juga menambahkan yang paling disukai adalah Tari Trunajaya. Dirinya berharap agar Tari Trunajaya dibawa untuk promosi pariwisata di Kabupaten Buleleng. Rosemary juga akan mengundang dan promosikan pariwisata Kabupaten Buleleng kepada wisatawan yang hendak berbulan madu. Ia juga akan menceritakan pengalaman yang ia dapat di Desa Jagaraga kepada teman-temannya di Amerika atau kenegara yang dia kunjungi. Saking terkesannya akan tari Teruna Jaya, Rosemary juga sempat latihan gerakan tarian tersebut walau hanya sebentar. Setelah melakukan tanya jawab dan foto bersama, kemudian rombongan menuju ke Pura Dalem Segara Madu.

Pura Dalem Segara Madu merupakan salah satu peninggalan sejarah yang menjadi daya tarik wisata di desa jagaraga, selain menjadi saksi Perang Puputan Jagaraga, keunikan lain yang membuat Pura Dalem Jagaraga ini sering dikunjungi para wisatawan adalah terdapat pada bagian reliefnya. Di bagian depan tembok pura, pengunjung akan menemukan berbagai macam bentuk ukiran yang menceritakan tentang keserakahan bangsa Belanda. Ada juga relief orang naik pohon kelapa, memancing dan main layang-layang, orang yang sedang mengendarai mobil sambil memegangi bendera Belanda. Di depan mobil itu juga terdapat seseorang yang sedang memegang pistol. setelah berkeliling diareal pura rombongan kemudian beranjak melanjutkan agenda selanjutnya.

 

Pada konfrensi pers yang di selenggarakan di Krishna Beach Street, Rosemary menyatakan buleleng sangat indah, dan banyak memiliki potensi wisata untuk dikembangkan. Namun potensi saja tidak cukup jika tidak digarap dengan serius. Untuk lebih memajukan pariwisata di buleleng pada umumnya dan khusnya di Desa Jagaraga. Menjadikan lingkungan wisata yang bersih yang harusnya diperhatikan, mengingat masyarakat yang kurang sadar dalam menjaga lingkungan yang bersih, terutama bersih dari sampah pelastik. Disamping itu pula menjaga dan merawat tempat wisata yang sudah ada, manggali atau mengembangngkan jika ada potensi wisata yang lain. Menyediakan sarana pariwisata pendukung minimal ada home stay agar wisatawan bisa lebih lama tinggal atau menikmati desa jagaraga. Bukan tidak mungkin dikemudian hari pariwisata di desa jagaraga bisa berkembang setelah di kunjungi oleh Miss Pure International United Kingdom, Heater Rosemary Lloyd bisa saja dampak dari kedatangannya banyak wisatawan mancanegara yang datang dan masyarakat harus menyiapkan diri dari sekarang, maka dari itu kita sebagai masyarakat desa jagaraga harus berbenah.

Komentar atas Paska Kunjungan Miss Pure International United Kingdom, Desa Jagaraga Harus Berbenah.

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Media Sosial

FacebookTwitterYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah Pengunjung

Lokasi Jagaraga

tampilkan dalam peta lebih besar